April 2014 saya dipertemukan dengan teman lama yang sekarang punya kegiatan beternak lele di cianjur, obrol punya obrol rupanya menarik juga beternak lele, selain menarik tentunya juga menguntungkan. sebetulnya beberapa tahun kebelakang saya pernah diperkenalkan dengan yang namanya Lele Sangkuriang, pada waktu itu ada seorang teman datang sehabis mengikuti pelatihan di BBPBAT sukabumi, pada saat itu nama Lele Sangkuriang masih terasa asing di telinga saya, memang rupanya Lele Sangkuriang adalah jenis Lele baru hasil penelitian dari BBPBAT Sukabumi (katanya..???).
Tentang Lele Sangkuriang
Diawali dengan kehadiran Lele dumbo masuk ke Indonesia pada tahun 1985, sebelumya masyarakat Indonesia hanya mengenal lele lokal, jenis lele (dumbo) yang didatangkan dari Taiwan ini memiliki banyak keunggulan dibanding lele lokal pada saat itu, diantaranya tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit. Namun, dari segi cita rasa lele lokal masih jauh lebih unggul dari lele dumbo.
Usut punya usut ternyata Lele Sangkuriang merupakan hasil rekayasa genetika dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi yang telah berhasil merekayasa genetik lele dumbo dengan melakukan silang balik (back cross) Sebagai upaya mengembalikan kualitas lele dumbo agar mendekati kualitas ketika pertama kali didatangkan ke Indonesia. Upaya silang balik mulai dirintis tahun 2000-an Proses silang balik dilakukan dengan mengawinkan induk lele dumbo betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). Induk betina F2 merupakan induk yang dimiliki BBPBAT Sukabumi yang merupakan keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia tahun 1985. Sementara itu, induk jantan F6 merupakan keturunan dari induk betina F2. Tujuannya tentu tidak lain agar mendapatkan benih yang dihasilkan dari induk hasil silang balik tersebut lebih unggul dan mendekati kualitas benih lele dumbo ketika awal diintroduksi ke Indonesia. Selain itu, kemampuan bertelur induk dan daya tetas telur terbilang tinggi
Lele hasil silang balik tersebut disosialisasikan dan disebarkan secara terbatas pada tahun 2002-2004 yang dipusatkan di daerah Bogor dan Yogyakarta. Tahun 2004, lele hasil silang balik tersebut resmi dilepas secara luas oleh Departemen Perikanan dan Kelautan sebagai komoditas baru ikan lele unggul dan dikukuhkan melalui SK Mentri Perikanan dan Kelautan No.KP.26/MEN/2004 tanggal 21 Juli 2004. Lele dumbo hasil silang balik tersebut kemudian diberi nama Lele Sangkuriang. Konon, nama tersebut dipilih karena terinspirasi oleh cerita rakyat Jawa Barat tentang kisah asmara Lele Sangkuriang dengan ibu kandungnya bernama Dayang Sumbi. Persilangan balik ini memang mirip dengan kisah 'Sangkuriang', yakni induk lele betina disilangkan dengan induk jantan yang masih keturunannya.
Berburu Informasi Budidaya Lele Sangkuriang
Sebetulnya yang pertama tertarik dengan budidaya Lele Sangkuriang ini adalah teman saya yang lain, namun selang beberapa pekan akhirnya saya tertarik juga mengingat masih punya lahan yang mungkin bisa digunakan untuk budidaya Lele Sangkuriang. sejak saat itu mulailah saya lakukan perburuan informasi tentang budidaya lele, di Cianjur sendiri saya masih belum tahu banyak dimana saja petani lele yang dapat saya kunjungi untuk dapat menimba ilmu budidaya lele, semntara info yang didapat adalah melalui internet, banyak teman-teman blogger dan instansi terkait yang menulis artikel serta pengalaman budidaya Lele Sangkuriang yang dapat saya baca, alhamdulillah cukup terpuaskan, namun sampai tulisan ini diturunkan budidaya Lele Sangkuriang belum saya jalankan mengingat harus banyak berhitung tentang modal, teknik budidaya dan pemasaran.
Mudah-mudahan rencana budidaya lele ini dalam waktu dekat dapat terwujud.. amin...
Diawali dengan kehadiran Lele dumbo masuk ke Indonesia pada tahun 1985, sebelumya masyarakat Indonesia hanya mengenal lele lokal, jenis lele (dumbo) yang didatangkan dari Taiwan ini memiliki banyak keunggulan dibanding lele lokal pada saat itu, diantaranya tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit. Namun, dari segi cita rasa lele lokal masih jauh lebih unggul dari lele dumbo.
Usut punya usut ternyata Lele Sangkuriang merupakan hasil rekayasa genetika dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi yang telah berhasil merekayasa genetik lele dumbo dengan melakukan silang balik (back cross) Sebagai upaya mengembalikan kualitas lele dumbo agar mendekati kualitas ketika pertama kali didatangkan ke Indonesia. Upaya silang balik mulai dirintis tahun 2000-an Proses silang balik dilakukan dengan mengawinkan induk lele dumbo betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). Induk betina F2 merupakan induk yang dimiliki BBPBAT Sukabumi yang merupakan keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia tahun 1985. Sementara itu, induk jantan F6 merupakan keturunan dari induk betina F2. Tujuannya tentu tidak lain agar mendapatkan benih yang dihasilkan dari induk hasil silang balik tersebut lebih unggul dan mendekati kualitas benih lele dumbo ketika awal diintroduksi ke Indonesia. Selain itu, kemampuan bertelur induk dan daya tetas telur terbilang tinggi
Lele hasil silang balik tersebut disosialisasikan dan disebarkan secara terbatas pada tahun 2002-2004 yang dipusatkan di daerah Bogor dan Yogyakarta. Tahun 2004, lele hasil silang balik tersebut resmi dilepas secara luas oleh Departemen Perikanan dan Kelautan sebagai komoditas baru ikan lele unggul dan dikukuhkan melalui SK Mentri Perikanan dan Kelautan No.KP.26/MEN/2004 tanggal 21 Juli 2004. Lele dumbo hasil silang balik tersebut kemudian diberi nama Lele Sangkuriang. Konon, nama tersebut dipilih karena terinspirasi oleh cerita rakyat Jawa Barat tentang kisah asmara Lele Sangkuriang dengan ibu kandungnya bernama Dayang Sumbi. Persilangan balik ini memang mirip dengan kisah 'Sangkuriang', yakni induk lele betina disilangkan dengan induk jantan yang masih keturunannya.
Berburu Informasi Budidaya Lele Sangkuriang
Sebetulnya yang pertama tertarik dengan budidaya Lele Sangkuriang ini adalah teman saya yang lain, namun selang beberapa pekan akhirnya saya tertarik juga mengingat masih punya lahan yang mungkin bisa digunakan untuk budidaya Lele Sangkuriang. sejak saat itu mulailah saya lakukan perburuan informasi tentang budidaya lele, di Cianjur sendiri saya masih belum tahu banyak dimana saja petani lele yang dapat saya kunjungi untuk dapat menimba ilmu budidaya lele, semntara info yang didapat adalah melalui internet, banyak teman-teman blogger dan instansi terkait yang menulis artikel serta pengalaman budidaya Lele Sangkuriang yang dapat saya baca, alhamdulillah cukup terpuaskan, namun sampai tulisan ini diturunkan budidaya Lele Sangkuriang belum saya jalankan mengingat harus banyak berhitung tentang modal, teknik budidaya dan pemasaran.
Mudah-mudahan rencana budidaya lele ini dalam waktu dekat dapat terwujud.. amin...
